Kaca Mata Taufik

Blog untuk Semua

Sabtu, 15 Mei 2010

IMPIAN MENJADI PENULIS TERKENAL

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Menjadi penulis yang terkenal merupakan impian bagi sebagian orang termasuk saya. Saya yang hanya seorang pelajar biasa yang sejak dulu sudah mempunyai impian menjadi penulis yang dikenal banyak orang seperti Habiburrahman El Shirazy dengan novel pembangun jiwanya, Andrea Hirata dengan tetraloginya, Ahmad Fuadi dengan karyanya yang inspiratif, atau Raditya Dika dengan cerita gilanya yang diadaptasi dari blognya. Saya sangat ingin hasil karya saya disukai banyak orang seperti mereka. Tapi sepertinya harapan itu terlalu tinggi. Karena tidak satupun karya yang telah saya hasilkan. Belum satupun tulisan mengalir dari tangan ini. Rasanya impian saya masih jauh dari kenyataan.

Apakah anda mengalami hal yang sama dengan saya? Mungkin iya… Ternyata setelah saya merenung (menyendiri di dalam kamar berhari-hari tanpa makan dan minum sehingga saya jadi kurus kayak sekarang), ternyata saya telah melakukan kesalahan. Kenapa saya belum menghasilkan karya apapun? Karena saya belum pernah mencoba untuk memulainya. Saya belum mencoba mencurahkan pikiran saya ke dalam kertas putih yang selama ini telah menunggu goresan lembut tangan saya. Saya selalu ingin, tapi baru sekedar ingin…

Permasalah kedua kenapa sampai saat ini impian menjadi penulis terkenal masih jauh dari pandangan mata adalah karena saya mudah putus asa. Saat keinginan untuk menulis tidak terbendung lagi saya pun mencoba menulis beberapa hal yang terlintas dalam pikiran ini. Mencoba mengeluarkan ide-ide yang ada sambil merangkai kata-kata. Awalnya ide itu mengalir deras. Kemudian alirannya mulai melunak. Semakin lama semakin menyusut dan akhirnya kering dari ide-ide kreatif. Di saat kehilangan inspirasi itu rasa putus asa mulai datang. Ada perasaan bahwa saya tidak berbakat untuk jadi penulis. Saya merasa bahwa saya tidak akan bisa menyelesaikan tulisan itu. Tak ada lagi kata-kata yang mau dituliskan. Kalau pun ada sangat susah mengekspresikannya dalam bentuk tulisan. Oh tidaaaaaak!!!!!!

Sekarang saya sudah tahu permasalahannya. Apakah saya hanya memikirkan masalah ini saja? Tentu tidak, saya harus memfokuskan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Solusinya cukup mudah. Saya hanya harus membalikan kondisi yang terjadi sebelumnya. Saya harus mencoba untuk memulai menulis. Menuliskan apa saja yang terlintas di pikiran ini walaupun itu hanya sebuah rangkaian kalimat sederhana. Walau hasilnya acak-acakan (kayak kamar saya yang gak bisa disebut kamar lagi). Yang jelas saya harus terus mencoba menulis, menulis dan terus menulis. Hasil bukan merupakan hal yang terpenting. Yang penting adalah terus mencoba. Coba terussss…..

Itulah kisah impain saya. Bagaimanakah dengan Anda? Jangan hanya diam terpana menatapi layar monitor anda, segera tuliskan apa yang terlintas di benak anda sekarang juga. Jangan sia-siakan kesempatan ini!

SEMANGAT!!!

1 Komentar:

Blogger Ujib mengatakan...

Allahuakbar, semangat BRO!!!

15 Mei 2010 pukul 21.28  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda